Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Tahap 5 Segera Cair

Menaker berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi gaji/upah namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki.

Langgur, suaradamai.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Tahap 5 Segera Cair. Hal ini dilansir pada tanggal 24 November 2020 oleh situs resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id.


Lebih lanjut ditulis bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang 2 tahap 4 telah disalurkan kepada 2,44 juta pekerja/buruh pada Jumat 20 November 2020.

Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah yang mengatakan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 2,93 triliun.

“Alhamdulillah, pemerintah kembali menyalurkan bantuan subsidi gaji batch IV untuk termin kedua ini kepada 2,44 juta pekerja/buruh dengan anggaran yang disalurkan mencapai Rp 2,93 triliun ” ujar Ida melalui keterangan persnya.

Bantuan ini dimulai dari proses pemeriksaan kelengkapan data atau check list, Kemnaker telah menyerahkan nomor rekening untuk pencarian tahap 4 dan 5 ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Berdasarkan data pencairan hingga tahap 4 tercatat baru disalurkan 84,5 persen dari total karyawan.
Itu artinya ada sekitar 15,5 persen dari total penerima akan disalurkan di tahap selanjutnya yaitu pada tahap 5.

Hingga tahap 4 sudah ada total 10.48 karyawan yang bantuan BLT Subsidi Gajinya sudah disalurkan Kemnaker ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Sedangkan sisanya akan ditransfer di tahap 5 jika tidak ada perubahan rencana dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Meski begitu Anda harus berhati-hati sebab BLT Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan tidak akan cair ke karyawan yang memiliki rekening sebagai berikut:

Rekening tidak sesuai NIK
Rekening yang sudah tidak aktif
Rekening pasif
Rekening yang tidak tercatat
Rekening telah dibekukan oleh Bank

“Selain itu, terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening,” jelas Menaker Ida Fauziyah dikutip dari laman resmi Kemnaker.

Menaker berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi gaji/upah namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU