BSPS 2021, 80 Rumah Tak Layak Huni Jadi Perhatian Pemda KKT

“Dari era pemerintahan sebelumnya, kami tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Tapi Puji Tuhan, masa pemerintahan ini, kami bisa diakomodir,” ucapnya.


Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terus berupaya menciptakan lingkungan pemukiman yang nyaman bagi warga berpenghasilan rendah.

Hal itu terbukti setelah pemerintah setempat menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi 80 Rumah Tak Layak Huni.

Bupati KKT, Petrus Fatlolon, yang didampingi Sekretaris Daerah Ruben Moriolkossu menjelaskan, rumah layak huni merupakan salah satu dari 40 variabel penentu kemiskinan dari suatu wilayah. Karena itu pemerintah melalui dinas perumahan dan pemukiman akan menuntaskan program tersebut.

“Saya harap rumah ini bisa dibenahi satu bulan, sehingga sebelum Natal dan Tahun Baru, keluarga ini bisa tempati rumah yang layak,”ujar Bupati di lokasi pembangunan rumah di Kelurahan Saumlaki, Jumat (12/11/2021).

Selain itu, Plt Kadis Perumahan dan Permukiman KKT, Agus Rettob menjelaskan, dalam tahun 2021, intervensi bedah rumah sebanyak 80 unit. Sedangkan untuk progres pengerjaannya telah mencapai 75 persen.

“Rincian penyaluran beda rumah yakni; 15 unit di Kelurahan Saumlaki, Desa Manglusi 18 unit, Desa Batu Putih 17 unit, Desa Arui Das 15 unit, dan Desa Meyano Das 15 unit,” tutur Rettob.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan, pihaknya bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri MTB dalam pelaksanaan pengawasan administrasi dan pekerjaan fisik.

“Masyarakat juga terlibat aktif dan bergotong royong dalam pelaksanaan pembangunan rumah,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan bedah rumah yang bersumber dari DAK tahun 2021, YL mengaku bersyukur program ini telah dirasakan manfaatnya.

“Dari era pemerintahan sebelumnya, kami tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Tapi puji Tuhan, masa pemerintahan ini, kami bisa diakomodir,”ucapnya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU