Bupati Malra Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2021: Silpa Rp19,4 Miliar

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pertanggungjawaban APBD 2021, yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyampaikan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2021 kepada DPRD setempat.

Penyampaian nota pengantar dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Malra, Senin (11/7/2022), merupakan awal dari pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pertanggungjawaban APBD 2021 berupa pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan.

Menurut Bupati, pendapatan daerah pada APBD Maluku Tenggara tahun 2021, dianggarkan sebesar Rp948,3 miliar. Pada perubahan anggaran, turun sebesar 0,60 persen menjadi Rp942,7 miliar. Namun, sampai dengan 31 Desember 2021, terealisasi sebesar Rp915,8 miliar.

Realisasi pendapatan daerah tersebut diuraikan sebagai berikut:

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp66,1 miliar. Sampai dengan 31 Desember 2021, terealisasi sebesar Rp44,96 miliar.
  • Pendapatan transfer dianggarkan sebesar Rp864,3 miliar. Sampai dengan 31 Desember 2021, terealisasi sebesar Rp856,3 miliar.
  • Pendapatan hibah dinggarkan sebesar Rp9,3 miliar. Sampai dengan 31 Desember 2021, terealisir sebesar Rp14,55 miliar.

Kemudian, belanja daerah pada APBD 2021 dianggarkan sebesar Rp1.074,9 miliar. Belanja daerah pada perubahan anggaran bertambah sebesar 0,03 persen, menjadi Rp1.075,2 miliar. Namun, sampai dengan 31 Desember 2021, terealisasi sebesar Rp906,4 miliar.

Realisasi belanja daerah tersebut dirincikan sebagai berikut:

  • Belanja operasi, dianggarkan sebesar Rp595,4 miliar. Terealisir sebesar Rp565 miliar.
  • Belanja modal, dianggarkan sebesar Rp282,2 miliar. Terealisasi sebesar Rp144,6 miliar.
  • Belanja tak terduga, dianggarkan sebesar Rp756,5 juta. Terealisir sebesar Rp750 juta.
  • Belanja transfer, dianggarkan sebesar Rp196,8 miliar. Terealisasi sebesar Rp196,1 miliar.

Setelah menyampaikan pendapatan daerah dan belanja daerah, Bupati juga membacakan pembiayaan daerah. Menurut Bupati, sampai dengan 31 Desember 2021, pembiayaan netto terealisasi sebesar Rp10 miliar, dari yang dianggarkan sebesar Rp132,5 miliar.

Bupati menambahkan, selisih antara pendapatan daerah dan belanja daerah terjadi surplus sebesar Rp9,4 miliar. 

Dengan demikian, lanjut Bupati, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (Silpa) sebesar 19,4 miliar. Silpa ini didapat dari pembiayaan netto tambah selisih antara pendapatan dan belanja.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU