Kemiskinan ekstrem turun 5,86 poin; 271 sekolah layani lebih dari 21 ribu siswa.
Bintuni, suaradamai.com – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah dalam sambutan puncak peringatan HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (9/6/2026). Capaian meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan indikator ekonomi.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Tumbuh SERASI, Tangguh Bersinergi”, mencerminkan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk tumbuh selaras dengan visi daerah sekaligus membangun ketangguhan melalui sinergi.
“Dengan semangat untuk bertumbuh makin bernas dan berisi, kita melangkah menuju masa depan Teluk Bintuni yang semakin SERASI,” ujar Bupati Yohanis Manibuy dalam sambutannya.
Sektor Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengalokasikan lebih dari Rp38 miliar dari APBD untuk Bantuan Operasional Pendidikan, mencakup jenjang PAUD hingga SMA serta pendidikan kesetaraan.
Selain itu, Bansos Pendidikan dan Program Indonesia Emas disediakan bagi mahasiswa asal Teluk Bintuni yang menempuh pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 271 satuan pendidikan melayani 21.838 peserta didik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan pesisir. Fasilitas penunjang mencakup lebih dari 1.200 ruang kelas, 96 perpustakaan, 90 laboratorium, dan 340 unit rumah guru. Lebih dari 1.800 guru dan tenaga kependidikan bertugas di seluruh wilayah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI juga menggulirkan program revitalisasi dan Program Hasil Terbaik Cepat untuk mendorong lahirnya sekolah yang aman, sehat, dan layak di Teluk Bintuni.
Sektor Kesehatan
Layanan kesehatan dasar kini tersebar di 24 distrik melalui 152 posyandu dan 24 puskesmas. Tenaga medis di tingkat puskesmas terdiri dari 42 dokter umum dan 5 dokter gigi. RSUD Teluk Bintuni diperkuat 14 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 6 dokter spesialis.
Pemerintah daerah juga membangun dan merehabilitasi lebih dari 40 unit rumah dinas tenaga kesehatan, menyiapkan 11 sarana air bersih, serta mengerjakan lebih dari 70 proyek pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan di berbagai distrik.
Indikator Ekonomi
Tingkat kemiskinan ekstrem turun dari 18,07% menjadi 12,21% — berkurang 5,86 poin persentase. Indeks Pembangunan Manusia naik 0,53 poin dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tercatat 1,87%.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan BPS pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 melalui pendataan dari pintu ke pintu.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni
