Dua Pimpinan Adat Moskona Fokus Benahi Budaya dan Keamanan

Kepala Suku terpilih Zakarias Ogoney dan Ketua LMA terpilih Stefanus Yerkohok sepakat prioritaskan keamanan, pelestarian budaya, dan pembinaan generasi muda.


Bintuni, suaradamai.com – Kepala Suku Moskona terpilih Zakarias Ogoney dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Moskona terpilih Stefanus Yerkohok menetapkan prioritas kerja yang sama. Keduanya fokus pada keamanan, pelestarian budaya, dan pembinaan generasi muda.

Ogoney terpilih sebagai Kepala Suku Moskona melalui mekanisme calon tunggal pada Musyawarah Besar Ke-1 Suku Moskona di Aula Kantor Kementerian Agama Teluk Bintuni, Sabtu (10/10/2026).

Sementara Yerkohok terpilih sebagai Ketua LMA dengan 28 suara. Ia mengungguli Melianus Orocomna dengan 24 suara, Yustus Marsi 19 suara, dan Melkianus Masakoda 6 suara.

Ogoney menyatakan langkah awalnya adalah kerja sama dengan lembaga adat dan pemerintah daerah. Kerja sama itu untuk mempertahankan budaya Moskona.

“Kami harus mempertahankan budaya Moskona, baik itu bahasa dan lain-lain. Kami juga punya tanah adat, tetap kami atur dengan baik,” ujar Ogoney.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan di wilayah Moskona. Selama ini wilayah Moskona dicap zona merah oleh pihak keamanan karena peristiwa yang terjadi.

“Kami mau hilangkan zona merah supaya kami aman seperti dulu, seperti kami masih kecil,” kata Ogoney.

Ogoney juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk program pembangunan. Ia menyatakan kesiapan mendukung pembangunan di wilayah Moskona dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Sebagai langkah awal, Ogoney akan menghadap Lembaga Tujuh Suku. Ia akan menunggu Bupati Teluk Bintuni dan mendesak penerbitan Peraturan Daerah tentang minuman keras.

Ia berpendapat miras memang menjadi sumber pajak daerah. Namun kerusakannya lebih besar.

“Miras itu memang sumber pajak daerah. Tapi merusaknya lebih besar,” katanya.

Di sisi lain, Ketua LMA terpilih Stefanus Yerkohok memaparkan visi-misinya. Setelah dilantik, ia akan memberdayakan masyarakat dan membenahi budaya Moskona yang mulai keluar dari aslinya.

“Kami juga akan kembali membina generasi muda supaya bahasa daerah kita jangan punah. Adat istiadat lain juga harus dijaga,” ujar Yerkohok.

Yerkohok menegaskan LMA adalah mitra kerja pemerintah. Jika ada program pemerintah yang bersentuhan dengan masyarakat, LMA akan masuk untuk mengamankan agar aktivitas pembangunan tidak terganggu.

Ia menyoroti meningkatnya kenakalan remaja. Anak-anak masuk sekolah justru terlibat kenakalan karena pembinaan lembaga kurang aktif.

“Kami punya rencana pembinaan remaja. Kami akan libatkan dinas kesehatan, kepolisian, dan para kepala distrik, dan lain-lain” kata Yerkohok.

Pembinaan itu untuk menjauhkan generasi muda dari narkoba, minuman keras, dan pergaulan tidak sehat.

“Angka kematian orang Moskona semakin meningkat karena alkohol. Kita akan bicara juga dengan pemerintah agar anak-anak diberikan pekerjaan supaya mereka tenang,” tambahnya.

Kedua pimpinan adat tersebut rencananya akan dilantik sepekan ke depan. Pelantikan akan dilakukan bersamaan oleh Gubernur Papua Barat.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

‎Pemkab Aru Bakal Kasih Reward ke Guru-Kepsek Rajin, yang Malas Tamat Riwayat!

Dobo, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru berkomitmen melakukan...

Prodi THP Polikant Ajarkan Ibu-Ibu Ohoi Denwet Olah Ikan Tongkol Menjadi Camilan Bernilai Jual

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada 20 Oktober 2026,...

Pemkot Ambon Dukung Transformasi Kesehatan Digital Berbasis AI melalui Aiko Health

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mendorong inovasi pelayanan publik...

Kabut Asap Dua Pekan Menyelimuti Maluku, Saiful Chaniago Desak Kapolda Usut dan Umumkan Pelaku Dugaan Pembakaran Hutan

AMBON — Selama sekitar dua pekan, kabut asap tebal terus menyelimuti...