Dua Prioritas Terdekat Polikant: Akreditasi Institusi dan Sosialisasi Kampus sebagai PT Kelas 1

Sejak berdiri pada 1997 sebagai Akademi Larvul Ngabal, dan menjadi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) pada 2004, kini Kampus Biru telah memiliki 10 Program Studi (Prodi), terdiri atas empat Prodi Diploma 3 dan enam Prodi Diploma 4.


Langgur, suaradamai.com – Sejak 1997, berdiri sebuah perguruan tinggi yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan, di Kepulauan Kei, yaitu Akademi Larvul Ngabal. Perguruan tinggi swasta itu kemudian bertransformasi menjadi kampus negeri pada 2004.

Konsekuensi dari transformasi tersebut, salah satunya adalah perubahan nama. Kini, Kampus Biru itu lebih dikenal dengan Politeknik Perikanan Negeri Tual.

Selama kurang lebih tujuh tahun sebagai Akademi Larvul Ngabal dan 18 tahun menjadi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), Kampus Biru kini memiliki 10 Program Studi (Prodi), terdiri atas empat Prodi Diploma 3 dan enam Prodi Diploma 4.

Adapun Prodi Diploma 3, yaitu Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Teknologi Hasil Perikanan (THP), dan Agribisnis Perikanan (AGP).

Sementara enam Prodi Diploma 4, yakni Agrowisata Bahari (AWB), Manajemen Rekayasa Budidaya Laut (MRBL), Bioteknologi (Biotek), Teknologi Kelautan (TKL), Manajemen Rekayasa Pengolahan Hasil Perikanan (MRPHP), dan Manajemen Rekayasa Perikanan Tangkap (MRPT).

Akreditasi Perguruan Tinggi Polikant

Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan mengatakan, dengan posisi Polikant yang sudah mencapai usia remaja, tentu harus menyiapkan diri menjadi lebih matang. Salah agenda prioritas terdekatnya, adalah mengejar Akreditasi Perguruan Tinggi (APT).

Bagi Rahajaan, akreditasi merupakan batu loncatan dalam membangun infrastruktur pendidikan di Kampus Biru. Sebab itu, mereka sudah memulainya dengan mengakreditasi Prodi baru dan mengakreditasi ulang Prodi yang lama.

Total ada sembilan dari 10 Prodi yang sudah terakreditasi. Hanya Prodi Manajemen Rekayasa Budidaya Laut (MRBL) yang masih menunggu asesmen lapangan – tahapan terakhir proses akreditasi – dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Rahajaan menambahkan, kondisi yang ada sudah memenuhi syarat untuk melakukan akreditasi institusi Polikant. Sehingga, pihaknya telah mengajukan akreditasi, secara online, ke Laman Sapto BAN-PT sejak 31 Mei 2022 lalu.

Ia menargetkan agar Polikant sudah bisa diakreditasi tahun ini.

Polikant sebagai Perguruan Tinggi kelas 1

“Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) bukan lagi perguruan tinggi pilihan kedua, yang dipilih ketika calon mahasiswa tidak diterima di perguruan tinggi pertama yang dipilihnya,” tegas Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan ketika membuka kegiatan PKKMB, Senin (29/8/2022).

Hal yang sama sudah ia sampaikan kepada wartawan Suaradamai.com dalam wawancara singkat di Langgur. Menurut Rahajaan, sosialisasi Polikant sebagai Perguruan Tinggi kelas 1, menjadi salah satu prioritas terdekat Kampus Biru dalam beberapa waktu kedepan.

Posisi Polikant sebagai Perguruan Tinggi kelas 1, lanjut Rahajaan, dibuktikan dengan dibuatnya beberapa kebijakan Presiden yang mengarah pada pengembangan pendidikan vokasi. Juga terbukti dengan ketika berdirinya Kemdikbud Ristek, secara spesifik, Ditjen Pendidikan Vokasi berdiri sendiri.

“Artinya pemerintah serius memandang kesejajaran antara pendidikan vokasi dan pendidikan akademik untuk dikembangkan secara bersama,” jelas Rahajaan.

Posisi Polikant

Dalam sambutan pada kegiatan PKKMB, Direktur Jusron A. Rahajaan dan Pudir III Bidang Kemahasiswaan Syahibul Kahfi Hamid, sama-sama mengajak mahasiswa baru untuk lebih percaya diri berkuliah di Polikant.

“Jangan menjadi kecil di kampus yang besar,” tegas Rahajaan menyambut 333 mahasiswa baru, di Ballroom Lt. 3 Gedung Rektorat Polikant, Senin (29/8/2022).

Pudir III menambahkan, posisi Polikant dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Ia menyebut dua indikator, yaitu keterlibatan mahasiswa dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional dan peringkat Polikant (dalam konteks kemahasiswaan) di antara kampus vokasi se-Indonesia.

Menurut Hamid, partisipasi mahasiswa Polikant dalam kompetisi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini hampir 200 mahasiswa yang berkompetisi secara nasional. Dengan 35 mahasiswa keluar sebagai juara.

“Kalau tahun lalu itu 33 mahasiswa (berprestasi nasional). Sebelumnya tahun 2020 itu ada 23 mahasiswa. Jadi kita selalu mengalami peningkatan,” sebut Hamid.

Kemudian, Polikant terus mengalami peningkatan dalam pemeringkatan kemahasiswaan secara nasional. Tahun 2018, Polikant berada pada posisi 188. Naik ke posisi 58 pada 2019. Di posisi 33 pada 2020. Dan di posisi 16 pada 2021.

“Walaupun ada di ujung Indonesia, tetapi mahasiswa Polikant tidak kalah dengan Jawa,” tegas Hamid.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi!