Hadiri Pengukuhan Rat Merohoinean, Wali Kota Tual Tekankan Persaudaraan dalam Bingkai Ain Ni Ain

Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Bupati Maluku Tenggara atas pernyataannya dalam menanggapi kasus Covid-19 di Bumi Maren.


Elat, suaradamai.com – Fenomena rusaknya moral dewasa ini membuat Wali Kota Tual Adam Rahayaan angkat bicara. Wali Kota menekankan persaudaraan sejati dalam bingkai ain ni ain yang harus dijaga dan dirawat dari generasi ke generasi di Nuhu Evav, Kepulauan Kei.

Hal ini disampaikan saat pengukuhan Mahmud Rusbal sebagai Rat Kat El Ratschaap Merohoinean di Ohoi Ohoinangan, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (4/7/2020).

“Rusaknya moral dewasa ini telah menimbulkan berbagai krisis sosial dan kemanusiaan, yang berdampak pada menguatnya paham individualisme, paham kampung atau ohoi, dan lain-lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan konflik dan kekerasan baik antar orang per orang maupun kelompok dan kampung (seperti) yang terjadi akhir-akhir ini,” ungkap Wali Kota.

Untuk itu, Wali Kota berharap, pengukuhan hari itu dapat menjadi sarana yang membangkitkan nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat “laar ni ba ba, wer ni so so,” dalam suatu perhimpunan keluarga besar Evav di mana saja berada, dalam semangat “Ain ni ain. Vu’ut ain mehe ngifun, manut ain mehe tilur. It suman fo raad ne it huung fo rew,”.

Falsafah hidup orang Kei ini, lanjut Wali Kota, diharapkan membuat kita saling memahami, mempercayai, menghargai, peduli, mengasihi, membanggakan, menopang dan saling menghidupi.

“Demikian pula yang tua menyayangi yang muda, dan sebaliknya yang muda menghormati yang tua sebagaimana yang dilakukan oleh leluhur kita. Dan menjadi “snib” atau amanah dari “teten” atau orangtua kita yang wajib kita teruskan ke generasi berikutnya,”

“Kami hari ini datang dari wilayah administratif Kota Tual, tidak merasakan kami ini orang Kota Tual, tetapi kami dan kita semua adalah masyarakat Kei, Evav,”

Im rok am, ne am rok im i (kalian adalah kami, kami adalah kalian),” ujar Wali Kota dengan mata berkaca-kaca.

“Kita semua yang hadir di sini bukan sekadar tamu undangan, tapi kita semua tuan rumah di woma ini,” tandas Wali Kota diikuti tepukan tangan meriah dari tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Maluku Tenggara atas pernyataannya dalam menanggapi kasus Covid-19 Kota Tual bahwa “Kota Tual sakit, maka Kabupaten Maluku Tenggara juga sakit”.

Wali Kota kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap dinamika masyarakat yang terus berubah di dua daerah itu, terutama menghadapi berbagai fenomena yang dapat mengakibatkan kehilangan “kesadaran hidup, keadaban hidup” dalam lingkungan keluarga maupun publik.

“Melalui pengukuhan adat seperti ini, mari kita bentuk karakter psikologis, identitas kultural, dan peradaban yang dapat memperkuat harmoni dan persaudaraan dalam rangka menjadi modal sosial,” pungkas Wali Kota.

Editor: Labes Remetwa


Snib” atau amanah dari “teten” atau orangtua kita wajib diteruskan ke generasi berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU