Ini Langkah Disperindag Kota Tual Atasi Kelangkaan Mitan

Ada dua upaya yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah.


Tual, suaradamai.com – Minyak tanah (Mitan) di Kota Tual saat ini mengalami kelangkaan. Stok mitan sering kali cepat habis. Hal ini kemudian menyebabkan masyarakat resah, pasalnya, mitan merupakan BBM yang paling banyak digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga di kota kepulauan itu.

Menanggapi kelangkaan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) setempat mengambil beberapa langkah. Pertama, bekerja sama dengan Hiswana Migas dan Pertamina menjual Mitan murah dengan berkeliling di seputaran Kota Tual.

“Penjualan Mitan murah akan kami lakukan setiap minggu di Bulan November dan Desember, yakni 4 kali per bulan,” kata Kadis Perindag Kota Tual Darnawati Amir kepada suaradamai.com di Tual, Selasa (3/11/2020).

Program Mitan murah tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat. Harga yang dijual relatif rendah yakni Rp 3.200/liter. Pembeli juga diinstruksikan untuk menggunakan masker, mendaftarkan diri pada agen saat pembelian dan satu KK diperuntungkan hanya boleh membeli 10 liter.

Kelangkaan, kata Darnawati, diakibatkan karena beberapa faktor, di antaranya perubahan profesi akibat pandemi Covid-19 yakni penjual pangan. Konsumsi daerah baik event besar maupun kebutuhan dapur karena event-event besar. Faktor lain adalah penggunaan Mitan untuk transportasi laut.

Melalui kerja sama Disperindag Tual dengan Hiswana Migas dan Pertamina, didapatkan 20.000 liter mitan dari 4 agen yang akan melakukan penjualan Mitan murah. “Kami akan melakukan penambahan tanpa mengurangi stok yang ada di pangkalan mitan,” tambah Darnawati.

Upaya kedua adalah monitoring. Disperindag Kota Tual akan melakukan monitoring atau pengawasan langsung stok mitan yang turun ke pangkalan. Ini untuk mencegah terjadinya penimbunan Mitan.

“Kami berupaya agar krisis Mitan di Kota Tual dapat selesai secepatnya dan akan normal kembali tahun depan yakni bulan Januari,” pungkas Darnawati.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...