Selasa, Desember 1, 2020

Lagi, Polikant Latih 40 Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Selam

Kali ini di Kabupaten Maluku Tenggara.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) melalui Polikant Diving Club (PDC) kembali melatih 40 peserta pelatihan pemandu wisata selam di Kabupaten Maluku Tenggara.

Pelatihan ini merupakan kerja sama Dinas Pariwisata Malra dengan Polikant, dalam rangka menyiapkan calon pemandu wisata selam.

“Untuk menjadi pemandu wisata selam itu ada beberapa tahapan yang harus dilalui dan dipenuhi oleh peselam. Namun langkah awalnya adalah mereka harus berlisensi selam A1, A2, A3 dan seterusnya,” jelas Ketua PDC Jusron A. Rahajaan kepada reporter suaradamai.com usai pembukaan pelatihan pemandu wisata selam Malra di Hotel Syafira Langgur, Selasa (3/11/2020).

Rony, sapaan Jusron, menjelaskan bahwa PDC sudah memiliki instruktur, dive master, rescuer diver dan advance diver yang bisa melatih para peserta. 40 peserta akan mengikuti latihan kecakapan kolam dan latihan perairan terbuka selama empat hari.

“Harapannya, 40 calon pemandu wisata selam ini selesai berlatih dan dilesensi A1, ada yang A2, kemudian bisa ikut uji kompetensi pemandu wisata yang di bawah kewenangan BNSP dan Kementerian Pariwisata,” ujar Rony.

Dalam praktek lapangan yang dilaksanakan di Kolam Renang Ngadi dan Pantai Sathean nanti, lanjut Rony, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok selama mengikuti pelatihan.

Untuk diketahui, Polikant bersama Dinas Pariwisata Kota Tual telah menghasilkan 20 scuba diver dan snorkeling diver pada tahun 2019. Tahun ini, mereka melahirkan 30 scuba diver, sehingga total sudah ada 50 scuba diver dan snorkeling diver yang disiapkan jadi pemandu wisata.

Komitmen Polikant

Rony mengatakan, untuk menjadi pemandu wisata, seseorang harus memiliki jam selam yang banyak. “Lebih dari 20 kali. Dan persyaratan tertentu yang diatur dalam SOP,” katanya.

Polikant, kata dia, sudah berupaya membantu peningkatan jam selam para calon pemandu wisata – di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual – dengan cara membuat grup diving mingguan.

“Sejak tahun-tahun kemarin bersama Pemerintah Kota Tual, kita istilahkan itu Rabu Dive. Jadi setiap hari Rabu itu ada pelatihan diving di Politeknik. Kita undang juga peserta selam yang kita latih dan lisensi untuk melatih diri lanjutan dan menambah jam selam mereka,” ungkap Rony.

Program Rabu Dive ini juga akan melibatkan para peserta pelatihan pemandu wisata selam Maluku Tenggara.

“Kita akan lakukan untuk grup pariwisata kota (Tual) maupun kabupaten (Malra), sehingga kita membina bersama-sama tanpa membedakan. Intinya Kepulauan Kei punya peselam yang, kedepan, harus lebih handal,” pungkas Rony.

Editor: Labes Remetwa


PDC memiliki instruktur, dive master, rescuer diver dan advance diver.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU