Namsa: Bersihkan Sampah Itu Pekerjaan Mulia

Seringkali dihina, Namsa tidak peduli. Ia sudah tanam niat yang kokoh untuk memajukan Kota Tual lewat kebersihan.

Tual, suradamai.com – Membuang sampah pada tempatnya belum dipahami dan disadari dengan baik oleh warga Kota Tual walaupun pemerintah telah menyediakan tempat pembuangan sampah di sepanjang sudut dan jalur jalan utama.

”Kita ingin usahakan agar bisa memajukan Kota Tual ini, tetapi ada masyarakat yang kebodohan juga dan berbuat sebaliknya. Dorang (mereka – masyarakat) punya sampah kadang-kadang tidak tepat dibuang pada tempat sekalipun dorang tahu ada bak sampah di situ, bahkan dong (mereka) hambur saja di jalan-jalan begitu. Contohnya seperti pempres (popok bayi) dan lain-lain” keluh Jiza Namsa (56), salah satu petugas kebersihan ketika diwawancarai awak media ini, Selasa, (7/1/20).

Namsa prihatin atas kondisi lingkungan dan sampah-sampah yang berserakan di emperan toko, jalan, maupun selokan. Ia mengakui masalah sampah adalah tanggungjawab petugas kebersihan namun yang disesalkan adalah kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya sangat kecil.

“Ya mereka tidak memahami apa pentingnya menjaga kebersihan itu dalam Kota Tual ini. Katong (kita) ingin jaga kesehatan dengan hidup bersih, walaupun dengan gaji kecil demi untuk memajukan Kota Tual,” imbuhnya.

Dalam menjaga kebersihan kota, Namsa bersedia bekerja dengan benar dan kesungguhan hati walaupun dengan gaji yang kecil. Ia juga menegaskan bahwa tanpa petugas kebersihan, Kota Tual pasti kotor.

“Tanpa katong (kami – petugas kebersihan) Kota Tual akan kotor. Apapun yang terjadi katong (petugas) kebersihan ini selalu siap menanggulangi,” katanya.

Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Tual juga sering melakukan sosialisasi tentang membuang sampah pada tempatnya dan pada waktunya. Namun ini belum cukup.

Pihak Dinas bahkan tidak hanya melakukan sosialisasi, mereka juga turun tangan membersihkan sampah.

“Jadi kepala bidang itu dia selalu kontrol katong (kami – petugas) punya kinerja, bahkan kalau ada plastik yang terlantar, dia angkat,” tutur Namsa.

Ketika disinggung tentang sulit atau mudahnya pekerjaannya, Namsa dengan haru menjawab bahwa pekerjaannya sungguh mulia, dikerjakan dengan penuh kesabaran hati yang iklas dan setia.

Seringkali dihina, Namsa tidak peduli. Ia sudah tanam niat yang kokoh untuk memajukan Kota Tual lewat kebersihan.

“Jangan adakan sarang nyamuk di Kota Tual ini, sampah-sampah berhamburan itukan tidak baik,” tandasnya. (danielmituduan/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU