Om Bas, TNI Asal Jawa di Pedalaman Papua, Berbagi Hidup untuk Anak-Anak Tidak Mampu

Bas adalah satu dari beberapa anggota TNI yang ditugaskan di Kampung Kwoor sejak akhir tahun 2021 lalu.


Solo, Suaradamai.com – Om Bas, itulah sapaan untuk M Bastian (26), salah satu Anggota TNI AD yang bertugas di pedalaman Papua Barat yakni Kampung Kwoor, Kecamatan Tambrauw, Papua Barat. Om Bas adalah sapaan anak-anak kecil di Kwoor untuk Bastian yang selalu berbagi hidup dengan mereka.

Bas adalah satu dari beberapa anggota TNI yang ditugaskan di Kampung Kwoor sejak akhir tahun 2021 lalu.

Lelaki kelahiran Cirebon, 8 Agustus 1996 ini awalnya sempat kaget dengan medan yang harus dilewati untuk sampai ke Kwoor yang begitu terjal. Untuk sampai ke Kwoor, harus menempuh perjalanan darat 9-10 jam atau dengan perjalanan laut kurang lebih 14 jam dengan medan yang cukup sulit.

Namun disitulah awal putra sulung dari pasangan Surohman dan Titin itu jatuh cinta dengan tempat pengabdian barunya.

“Sejak menjadi anggota TNI, saya tidak pernah ditugaskan di daerah pedalaman seperti ini, ini untuk pertama kalinya,” ucap Bas saat dihubungi via telepon seluler belum lama ini.

Tidak hanya medan yang terjal, di Kwoor tidak ada listrik dan jaringan yang baik.

“Ada beberapa rumah yang pakai tenaga surya, kami di pos juga, jadi harus butuh kerja keras di siang hari. Kalau udah malam sangat gelap,” tuturnya.

Berasal dari Jawa tak membuat Bas merasa berbeda dengan orang-orang di kampung tersebut. Setelah selesai waktu bertugas, Bas selalu mengunjungi anak-anak kecil dan masyarakat lainnya.

“Kebetulan saya juga suka anak-anak dan suka bergaul dengan siapa saja,” ungkapnya.

Selang beberapa waktu, Bas akhirnya akrab dengan beberapa anak-anak yang sering diajak main ke Pos. Mereka juga kerap mengunjungi Bas di pos untuk bermain. Hal itu menarik perhatian anak-anak lainnya, hingga banyak anak-anak berdatangan ke Bas.

“Entah kenapa saya sangat menyayangi anak-anak ini, ada yang tidak terbiasa pakai baju bahkan tak punya, ada juga yang sangat rindu makan nasi, karena mereka rata-rata tidak mampu, hidup mereka banyak yang belum layak,” ungkap Bas.

Kasih sayang Bas kepada mereka mulai dari hal-hal kecil seperti memandikan, memakaikan bedak, dan memberi mereka jajanan.

Tidak hanya itu, sebagian dari gajinya selalu disisihkan untuk membeli pakaian dan alat tulis bagi anak-anak yang tidak punya. Bas juga mengisi waktu luangnya dengan mengajak mereka belajar. Bas mengajari mereka membaca, menulis, berhitung, dll di alam terbuka.

Om Bas bersama anak-anak Kampung Kwoor
Bas juga bercerita, sekalipun sudah ada sekolah, namun sekolah tersebut masih kekurangan guru. Dia berharap, pemerintah setempat dapat memperhatikan kondisi ini, supaya pendidikan anak-anak juga jadi berkualitas.

Berkat beberapa kali mengunggah kondisi anak-anak tersebut di instagram dan tiktok pribadinya, ada orang-orang baik yang turut memberikan bantuan kepada mereka.

Selain bersama anak-anak, Bas juga begitu dekat dengan ibu-bu dan bapak-bapak di Kwoor. Dia selalu berbagai kelebihannya untuk mereka. Sebagian dari mereka kerap berbagi hasil melaut mereka untuk Bas.

“Yah dimanapun kita berada, kalau kita berbuat baik ke orang, pasti kita juga akan mendapat kebaikan-kebaikan. Jadi selain tugas pengabdian, saya juga mau berbagi hidup saya,” kata Bas.

“Mimpi kecil saya, lewat hal-hal kecil yang saya lakukan, anak-anak di pedalaman ini bisa merasakan hal-hal baik yang dirasakan anak-anak Indonesia lainnya, bisa belajar dengan terangnya lampu, bisa pakai baju yang layak,” tambahnya.

Bas pun mengajak anak-anak muda dimana saja berada agar memakai kelebihan-kelebihan mereka untuk melihat orang-orang kecil yang masih susah.

“Ada banyak orang-orang kecil menunggu kepedulian kita orang-orang yang punya kelebihan,” imbuhnya.

“Semoga nanti listrik bisa masuk juga di sini, jalan-jalannya juga bagus. Semoga pemerintah bisa melihat ini!” pungkasnya.

1000000459 compressed 1 Suaradamai.com

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Ads

Populer

Artikel terkait

Pemberdayaan Polikant ke Kelompok Usaha Abon Ikan ‘Achandi Kuliner’, Beri Bantuan hingga Pelatihan

“Sehingga kami dari Politeknik Perikanan Negeri Tual mengadakan Pengabdian...

Antara Izin Negara dan Restu Adat: Studi Antropologi Hukum atas PT BBA di Kei Besar

“Membangun tanpa nilai budaya adalah kehilangan jati diri dan...

Wali Kota Ambon Apresiasi Brimob Polda Maluku atas Bantuan Water Canon dalam Penanganan Kebakaran

“Ini kolaborasi yang baik di Kota Ambon, supaya semua...

Wali Kota Ambon: Natal Sejati Hadirkan Kasih dan Damai, Safari Natal Perkuat Toleransi

Wattimena mengatakan, Safari Natal merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah...