Sebanyak 9 dari 10 Prodi di Polikant Telah Terakreditasi

Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) target menjadi edutourism. Artinya, kampus bukan sekadar menjadi tempat belajar atau tempat melatih mahasiswa untuk menjadi profesional, tetapi sebagai tempat kunjungan untuk orang berwisata sains.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) menargetkan kampus menjadi edutourism. Artinya, kampus bukan sekadar menjadi tempat belajar atau melatih mahasiswa untuk menjadi profesional, tetapi sebagai tempat kunjungan untuk orang berwisata sains.

Adapun langkah yang dilakukan oleh Polikant adalah melakukan penguatan ke arah edutourism, yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, manajemen kampus, dan sebagainya. Tahapan saat ini yang sementara diupayakan adalah mengejar akreditasi kampus.

Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan mengatakan, akreditasi menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan kepercayaan bagi kampus untuk mengelola anggaran, mengelola program, dan keleluasan berkomunikasi dalam kesetaraan dengan kampus lain. Dengan demikian, kata Rahajaan, ketika program studi dan kampus terakreditasi, maka target mewujudkan edutourism itu dapat terlaksana.

Ia menambahkan, sejak beralih status dari Akademi Larvul Ngabal menjadi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) pada tahun 2004, akreditasi Polikant berbasis Program Studi (Prodi). Pada saat itu, ada empat Prodi D3 yang terakreditasi B atau Baik Sekali jika menggunakan penamaan menurut sistem akreditasi saat ini.

Dalam perjalanan, Polikant dipercayakan menjalankan enam Prodi Diploma 4 – D4 (sarjana sains terapan). Sehingga pihak kampus harus melakukan akreditasi terhadap enam Prodi baru itu.

Proses akreditasi Prodi dan Perguruan Tinggi Polikant berjalan lambat karena terjadi perubahan-perubahan sistem akreditasi yang dilakukan pemerintah pusat. Sehingga harus menunggu momen yang tepat untuk mengajukan akreditasi Prodi dan institusi/kampus.

Kini, Polikant mengajukan akreditasi ulang empat Prodi D3 dan akreditasi enam Prodi D4 ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT, menggunakan kriteria 9 standar. Output hasil akreditasi 9 standar ini dalam bentuk penilaian kualitas. Tidak lagi memberi predikat berupa huruf atau angka, tetapi kata. Misalnya, Unggul untuk akreditasi A, Baik Sekali (B), Baik (C), atau tidak terakreditasi.

Sebanyak 9 dari 10 Prodi di Polikant telah mengajukan akreditasi. Adapun Prodi yang terakreditasi Baik Sekali yaitu Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) dan Teknologi Hasil Perikanan (THP).

Sementara Prodi yang terakreditasi Baik yakni Agribisnis Perikanan (AGP), Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), Teknologi Kelautan (TKL), Agrowisata Bahari (AWB), Bioteknologi (Biotek), Manajemen Rekayasa Pengolahan Hasil Perikanan (MRPHP), dan Manajemen Rekayasa Perikanan Tangkap (MRPT).

Sedangkan Prodi Manajemen Rekayasa Budidaya Laut (MRBL)  masih menunggu jadwal asesmen lapangan.

“Hampir seluruh kampus, apalagi kampus negeri, itu Prodi baru jarang akreditasi pertama keluar Baik Sekali. Karena belum ada lulusan. Nanti dalam perjalanannya dilakukan akreditasi ulang,” kata Rahajaan, kepada Suaradamai.com belum lama ini.

Rahajaan menambahkan, sasaran dari semua akreditasi Prodi yang sementara dilakukan ini, adalah Polikant melakukan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Upaya tersebut sementara dilakukan karena 90 persen Prodi di kampus biru itu sudah terakreditasi.

“Kita targetkan dalam tahun ini, semua Prodi dan institusi terakreditasi total. Sehingga itu menjadi satu loncatan baru bagi kita untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Polikant agar mendapat kepercayaan dan minat masuk calon mahasiswa, selain kedalamnya memperbaiki pengelolaan pembelajaran berbasis vokasi,” jelas Rahajaan.

Untuk diketahui, Polikant telah mengajukan akreditasi perguruan tinggi pada 31 Mei lalu.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU