Sebanyak Lima Komisioner Aru Ditahan, Wenno: Perlu Solusi Tepat Dukung Pelaksanaan Pemilu 2024

Ambon, Suaradamai.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku Jantje Wenno menyatakan perlunya solusi yang tepat untuk mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Kepulauan Aru, setelah lima komisioner KPU setempat ditahan terkait perkara dugaan korupsi dana hibah.

“Mengingat pelaksanaan Pemilu serentak 2024 yang semakin dekat, kami usulkan agar dilakukan penangguhan penahanan terhadap lima komisioner tersebut setelah ditahan jaksa sejak 17 Januari,” kata Jantje di Ambon, Rabu (17/1/2024).

Pemilu serentak 2024 merupakan agenda nasional yang mestinya berjalan dan diharapkan tidak terganggu karena kondisi seperti di Kepulauan Aru.

Sebaliknya kalau tidak bisa dilakukan penangguhan, solusi lainnya adalah seluruh kerja KPU Aru diambil alih KPU Provinsi.

Hanya saja kebijakan ini akan menjadi beban karena selain menjalankan tugas di Kabupaten Kepulauan Aru, KPU provinsi Maluku juga harus mengkoordinasikan 10 kabupaten/kota lainnya.

Menurut dia, bila pemilu di Kepulauan Aru terganggu maka akan berpengaruh juga terhadap Provinsi Maluku secara umum.

Penangguhan penahanan dilakukan agar para komisioner yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Pilkada Bupati/Wabub Kepulauan Aru Tahun 2020 itu dapat melanjutkan kembali proses tahapan pemilu hingga selesai.

“Solusinya adalah penangguhan penahanan supaya mereka kembali menyelesaikan tugasnya hingga proses penetapan kursi calon terpilih,” ucapnya.

Apalagi para komisioner KPU ini juga telah melaksanakan tugas tanggung jawabnya walaupun dalam status tersangka yang begitu lama oleh Polres Aru.

“Mungkin itu jauh lebih baik, karena dalam statusnya sebagai status tersangka, seluruh tahapan dikerjakan oleh mereka. Hanya saja dalam status penahanan saat ini maka proses pemilu selanjutnya tidak dapat dilakukan,” tandasnya.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Molo Sabuang untuk Karawai-Dosinamalu disaksikan Bupati Kaidel dan Masyarakat Aru

Bupati Kaidel mengembalikan keputusan adat ini kepada Dewan Adat...

Legislator Roland Kasihiw: PDIP Berdiri Teguh Bersama Rakyat, Tolak Pilkada Lewat DPRD

"PDI perjuangan menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, karena kedaulatan...

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...