“Pos SAR di Maluku Barat Daya dimulai dari Unit Siaga SAR sudah disetujui pusat. Bupati dan jajaran pemerintah daerah juga mendukung sepenuhnya. Lahan dan tempat sudah disiapkan, kami akan segera turun meninjau,” ujarnya.
Ambon, suaradamai.com – Rencana pembentukan Unit Siaga SAR di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) telah mendapat persetujuan pemerintah pusat. Kehadiran unit tersebut diharapkan memperkuat jangkauan dan mempercepat respons Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam menangani keadaan darurat di wilayah kepulauan.
Kepala Basarnas mengatakan, Pemerintah Kabupaten MBD telah menyiapkan lahan untuk penempatan Unit Siaga SAR. Peninjauan lokasi juga akan segera dilakukan oleh Basarnas.
“Pos SAR di Maluku Barat Daya dimulai dari Unit Siaga SAR sudah disetujui pusat. Bupati dan jajaran pemerintah daerah juga mendukung sepenuhnya. Lahan dan tempat sudah disiapkan, kami akan segera turun meninjau,” ujarnya.
Pembentukan unit tersebut dinilai penting mengingat karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan jarak antarpulau yang relatif jauh. Keberadaan personel dan peralatan SAR di MBD diharapkan dapat memperpendek waktu respons ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat, baik di laut maupun darat.
Sementara itu, rencana pembentukan Pos SAR di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Waktu pelaksanaannya belum dapat dipastikan.
Dilengkapi Peralatan Laut dan Selam
Unit Siaga SAR MBD nantinya akan diperkuat minimal enam personel. Mereka akan dibekali sejumlah peralatan yang disesuaikan dengan karakteristik medan dan kondisi wilayah kepulauan.
Peralatan tersebut antara lain perahu karet atau RIB (Rigid Inflatable Boat) untuk mendukung operasi di perairan, perlengkapan pendakian dan medan berat, peralatan penyelaman, serta peralatan pendukung lainnya.
Dengan dukungan personel dan sarana yang ditempatkan langsung di MBD, Basarnas menargetkan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif tanpa harus menunggu bantuan dari pusat pelayanan yang berada jauh dari lokasi kejadian.
“Jarak antarwilayah di Maluku cukup jauh. Kehadiran tim di MBD memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan tepat waktu, saat dibutuhkan,” tegas Kepala Basarnas.







