Wonderful Sail to Indonesia: Uf, Maluku Tenggara sebagai Pintu Masuk

Kapal layar atau yacht peserta Wonderful Sail to Indonesia yang berasal dari berbagai negara, akan berlabuh di Teluk Dom, teluk yang mempertemukan batas laut wilayah adat Nufit Roa dan Nufit Nangan.


Langgur, suaradamai.com – Wonderful Sail to Indonesia (WSI), agenda akbar pariwisata akan kembali dijalankan setelah absen selama kurang lebih dua tahun.

Seperti tahun 2018 dan 2019, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ditetapkan sebagai pintu masuk dari 16 titik singgah peserta WSI di Nusantara.

Namun, ada yang beda. Kali ini peserta Wonderful Sail to Indonesia akan masuk ke Malra melalui Ohoi (Desa) Uf, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan. Sebelumnya, secara berturut-turut melalui Ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pariwisata setempat mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyiapan agenda hingga koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Kepala Dinas Pariwisata Malra Ana Yunus menjelaskan, pihaknya sementara berkoordinasi dengan penyelenggara, karantina, Kantor Imigrasi, Bea Cukai, dan Syahbandar, untuk persiapan dokumen kapal dan wisatawan.

“Sampai dengan hari ini kami terus melakukan persiapan, berkoordinasi dengan stakeholder lain, untuk menyambut iven raly yacht to Indonesia tahun 2022,” ungkap Ana kepada wartawan di Kantor DPRD Malra, Senin (11/7/2022).

Mantan Kepala Dinas PUPR Malra itu menambahkan, Uf dipilih sebagai pintu masuk karena memiliki fasilitas yang memadai, ada armada, guest house dan lain-lain.

“Jadi ini (lokasi/entry point) langsung ditetapkan oleh mereka sediri, EO (Event Organizer/penyelenggara kegiatan),” jelas Ana.

Menurut Ana, akan ada 30 yacth atau kapal layar yang berlabuh di Teluk Dom, teluk yang mempertemukan batas laut wilayah adat Nufit Roa dan Nufit Nangan.

Sebanyak 30 kapal itu, lanjut Ana, membawa sekitar 100 orang dari berbagai negara, antara lain Australia, Netherlands, Austria, Amerika, Perancis, Inggris, Jerman, dan Kanada.

Wisatawan mancanegara tersebut akan berada di Maluku Tenggara selama kurang lebih satu minggu, 15-22 Juli.

“Nanti ada acara seremonial tanggal 15 Juli, yang mana kita menerima secara resmi seluruh peserta raly yacht. Tanggal 15 sampai 22 Juli, tentu ada atraksi pariwisata yang akan kami suguhkan kepada mereka,” ujar Ana.

Terkait dampak ekonomi, Ana belum dapat memperkirakan nilai ekonomi yang dihasilkan lewat iven tersebut. Namun, ia pastikan pasti ada nilai tambah dari iven itu karena kebutuhan logistik dan lain-lain semua diambil di Malra selama berada di Bumi Larvul Ngabal.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU