Riset tidak akan berhenti pada laporan akademik. Melalui kerja sama YMFT dan Polikant, hasil penelitian diarahkan menuju aplikasi, pendampingan, evaluasi, hingga pengembangan di tengah masyarakat.
Langgur, suaradamai.com – Yayasan Mercy Faustina Tethool (YMFT) dan Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat riset, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas, serta pemanfaatan hasil penelitian.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di Politeknik Perikanan Negeri Tual, Jumat (18/9/2026). PKS bernomor 015/YMFT.02/PKS/IX dari YMFT dan 1447/DST/PL26/LP.00.01/IX/2026 dari Polikant.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Yayasan Mercy Faustina Tethool, Ronaldus Tethool, dan Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Politeknik Perikanan Negeri Tual, Dr. Nini Munirah Renur, S.T., M.Si.
Kerja sama ini mempertemukan dua kekuatan yang berbeda tetapi saling melengkapi. YMFT memiliki pengalaman dan jejaring dalam pemberdayaan masyarakat serta pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, sedangkan Polikant memiliki sumber daya akademik, tenaga ahli, dan kapasitas penelitian untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kemitraan tersebut, penelitian diharapkan tidak berhenti pada laporan akademik. Hasil riset diarahkan untuk dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu ditegaskan dalam model pelaksanaan program yang disepakati kedua lembaga, yakni pendekatan riset → aplikasi → pendampingan → evaluasi.
Secara lebih rinci, kegiatan dapat dimulai dari identifikasi masalah dan potensi masyarakat, dilanjutkan dengan riset atau kajian, perancangan solusi, uji coba, penerapan pada kelompok usaha, pendampingan intensif, monitoring dan evaluasi, penyempurnaan model, hingga replikasi atau pengembangan.
Riset Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat
Salah satu hal penting dalam kerja sama ini adalah upaya menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
PKS tersebut menetapkan ruang lingkup kerja sama mulai dari identifikasi kebutuhan penelitian sesuai isu strategis dan kebutuhan masyarakat, penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian secara kolaboratif, hingga pengolahan dan analisis hasil penelitian.
Hasil penelitian selanjutnya dapat diterapkan kepada kelompok masyarakat binaan atau jejaring YMFT dan dikembangkan menjadi program pemberdayaan masyarakat berdasarkan kajian akademik.
Kerja sama juga mencakup pelatihan, edukasi, transfer pengetahuan, keterlibatan dosen, mahasiswa dan tenaga ahli, seminar dan lokakarya, serta pengembangan jejaring dan peluang pendanaan program.
Dalam pembagian tanggung jawab, YMFT antara lain akan menyediakan akses jejaring dan informasi lapangan, menghubungkan program dengan kelompok masyarakat atau mitra, membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, mendukung implementasi hasil penelitian, serta melakukan koordinasi di lapangan.
YMFT juga berperan membantu mencari peluang pendanaan bagi kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat maupun implementasi hasil penelitian melalui jejaring kerja sama yang dimiliki.
Sementara Polikant akan menyediakan akademisi, dosen, peneliti dan sumber daya akademik lainnya. Polikant bertanggung jawab antara lain menyusun rancangan penelitian dan metodologi, melaksanakan penelitian berdasarkan prinsip ilmiah dan etika penelitian, menganalisis data, menghasilkan rekomendasi ilmiah, serta mengembangkan rancangan penerapan hasil penelitian kepada masyarakat.
Polikant juga dapat menyediakan tenaga ahli untuk kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat serta melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika sesuai kebutuhan program.
Ukur Dampak Sosial hingga Ekonomi
Kerja sama YMFT dan Polikant juga menempatkan monitoring dan evaluasi sebagai bagian penting dalam setiap program.
Kedua lembaga akan bersama-sama menentukan lokasi, kelompok sasaran, tujuan, indikator keberhasilan, jadwal, kebutuhan sumber daya dan mekanisme pelaksanaan kegiatan.
Evaluasi tidak hanya melihat terlaksananya kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk mengukur dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan program.
Secara khusus, monitoring dan evaluasi akan melihat kemajuan program, pencapaian target, perkembangan kapasitas kelompok masyarakat, penerapan hasil riset dan teknologi, perkembangan usaha dan manfaat ekonomi bagi kelompok sasaran, kendala yang dihadapi, serta potensi keberlanjutan dan pengembangan program.
Dengan pola tersebut, kolaborasi YMFT dan Polikant diharapkan dapat membangun jembatan antara pengetahuan akademik, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.
Riset tidak semata menghasilkan pengetahuan, tetapi diarahkan menjadi dasar bagi pengembangan solusi, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan usaha, dan program pemberdayaan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
PKS antara YMFT dan Polikant berlaku selama empat tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi serta kesepakatan tertulis kedua pihak.
Kemitraan ini sekaligus membuka ruang bagi YMFT dan Polikant untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif di Maluku Tenggara dengan menggabungkan kekuatan riset perguruan tinggi dan pendampingan masyarakat di lapangan.







