Dulu berjualan di pondok seadanya. Kini Mama Mina Kemon (66) punya kios permanen 3×4 meter. Pemkab Teluk Bintuni membangun 16 kios bagi pedagang Orang Asli Papua lewat Dana Otsus.
Bintuni, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni melalui Dinas Perindagkop dan UMKM membangun 16 kios permanen bagi Orang Asli Papua (OAP) pada 2026.
Kios berukuran 3×4 meter itu tersebar di Distrik Bintuni, Bintuni Barat, dan Manimeri untuk meningkatkan kelayakan tempat usaha dan pendapatan pedagang.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni, Mery Sonya Manibuy, mengatakan pembangunan kios tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pedagang OAP.
Menurut Mery, bantuan diberikan agar pedagang memiliki tempat usaha yang layak sehingga dapat mendukung peningkatan penghasilan.
“Bantuan ini dikhususkan bagi OAP,” kata Mery.
Ia menjelaskan, penerima bantuan merupakan pedagang yang telah lama menjalankan usaha. Sebelumnya, sebagian pedagang berjualan menggunakan pondok sederhana.
“Mereka kan [sebelumnya] pakai pondok-pondok. Jadi ditingkatkan ke bangunan permanen,” jelasnya.
Pembangunan 16 kios tersebut menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026. Lokasinya tersebar di tiga distrik dalam wilayah kota, yakni Distrik Bintuni, Bintuni Barat, dan Manimeri.

Mery berharap para penerima manfaat menggunakan kios tersebut secara baik dan sesuai peruntukannya sebagai tempat usaha.
Salah satu penerima manfaat, Mina Dorlince Kemon (66), menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni atas bantuan tersebut.
Ia mengatakan keberadaan kios membuatnya lebih bersemangat menjalankan usaha. Pendapatan dari berjualan juga membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Awal yang Mama belum [dapat bantuan kios], kadang-kadang Mama lapar. Tapi sekarang ada, Mama rasa kenyang. Jadi Mama minta terima kasih,” ujar Mama Mina.
Mama Mina mengatakan hasil usaha dari kios tersebut turut membantu membiayai pendidikan dua cucu perempuannya yang masih bersekolah.
“Pagi mau ke sekolah, tinggal masuk (ke kios) bawa sedikit (uang) untuk pake jajan di sekolah. Terus nanti pulang sekolah, pake ojek datang bawa (bayar). Kalau dulu tidak begitu,” katanya.
Mama Mina juga mengatakan sebagian barang dagangan yang tersedia saat ini dibeli menggunakan hasil kredit dari Bank Papua.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lanjutan berupa tambahan barang dagangan atau bantuan modal agar usaha di kios tersebut dapat berkembang.
“Jadi mama mau pesan untuk pemerintah supaya, mungkin dorong juga baik barang atau dana untuk kami belanja barang jualan,” ujarnya.
Bantuan kios permanen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberdayakan pedagang OAP melalui penyediaan sarana usaha.
Pada Rabu (16/9/2026), Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Teluk Bintuni, Mery Sonya Manibuy, menyerahkan berita acara serah terima bantuan kepada Mama Mina Kemon, sebagai tanda kios tersebut resmi menjadi milik penerima manfaat.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni







