Bantuan Pendidikan Otsus Teluk Bintuni, Mahasiswa: Terima Kasih Bupati

Tahap I bantuan pendidikan 2026 telah diterima mahasiswa pada Maret, sementara tahap II masih dinantikan.


Bintuni, suaradamai.com – Mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni yang menempuh pendidikan di sejumlah kota studi mengapresiasi penyaluran bantuan pendidikan yang bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Di sisi lain, mahasiswa berharap bantuan tahap II tahun 2026 dapat segera disalurkan karena dibutuhkan untuk membayar SPP dan registrasi perkuliahan.

Hal tersebut disampaikan tiga perwakilan mahasiswa, yakni Ketua Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Jayapura, Yance Orocomna; Ketua Ikatan Mahasiswa Suku Moskona Kabupaten Teluk Bintuni, Edison Orocomna; dan Ketua Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni Kota Studi Sorong Raya, Agustinus Ibori, Rabu (16/9/2026) malam.

Dukungan pendidikan tersebut telah disalurkan kepada mahasiswa Teluk Bintuni pada 2025 dan berlanjut pada 2026. Tahun ini, mahasiswa telah menerima bantuan tahap I pada Maret 2026, sementara pencairan tahap II masih dinantikan.

Yance Orocomna menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya Bupati Teluk Bintuni, atas bantuan yang telah diberikan kepada mahasiswa di kota studi Jayapura.

“Mewakili teman-teman, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Teluk Bintuni, yang mana telah memberikan bantuan berupa bansos dari dana Otsus kepada teman-teman mahasiswa di kota studi Jayapura,” kata Yance.

Mahasiswa semester 8 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Jayapura itu berharap perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa Teluk Bintuni di berbagai kota studi terus berlanjut.

“Mohon dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini Bapak Bupati Teluk Bintuni untuk memperhatikan mahasiswa-mahasiswa di setiap kota studi dari Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.

Sementara itu, Edison Orocomna berharap bantuan tahap II dapat segera dicairkan karena sebagian mahasiswa masih memiliki kewajiban pembayaran SPP.

“Kami harap dalam bulan ini sudah bisa disalurkan beasiswa tahap kedua supaya kami bisa bayar SPP, karena teman-teman banyak yang belum bayar SPP,” kata Edison.

Edison merupakan mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (Unimutu).

Harapan serupa disampaikan Agustinus Ibori. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap mahasiswa Teluk Bintuni dan berharap bantuan tersebut tetap berlanjut.

“Mewakili teman-teman, kami mengucapkan terima kasih karena dari dulu sampai saat ini masih bantu kita untuk bansos (beasiswa),” kata Agustinus.

Mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unimuda) Sorong itu berharap pencairan tahap II dapat segera dilakukan, karena mahasiswa membutuhkan dana tersebut untuk keperluan registrasi perkuliahan.

Selain menyampaikan apresiasi dan harapan terkait pencairan bantuan tahap II, Yance, Edison, dan Agustinus juga menyatakan komitmen untuk mengabdi di Teluk Bintuni setelah menyelesaikan pendidikan.

Mereka berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mengabdi dan berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Dinas Pendidikan Teluk Bintuni yang menangani bansos pendidikan, Darius Susure, S.Ik, menyampaikan untuk tahap I yang sudah dicairkan dengan pagu anggaran Rp25 Miliar untuk 3.020 mahasiswa penerima.

Sedangkan untuk tahap II masih dalam proses penginputan dan pemutakhiran data penerima sekaligus berkas kelengkapannya agar seluruh mahasiswa penerima bansos tidak ada yang terlewat atau tidak terbayar karena pencairan bersifat kolektif.

“Untuk tahap I yang sudah cair itu pagu anggarannya Rp25 miliar lebih untuk 3.020 orang mahasiswa penerima. Untuk tahap II ini masih dalam proses penginputan, karena mekanisme pencairannya kolektif. Maka semua data mahasiswa/i setiap kota studi beserta berkas-berkasnya harus dipastikan lengkap agar terbayar seluruhnya. Tak ada mahasiswa yang tak terbayarkan,” ujar Susure.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Forapelo Apresiasi Pembangunan 16 Kios Permanen bagi OAP di Teluk Bintuni

Forapelo meminta pemerintah melengkapinya dengan modal usaha, pelatihan, serta...

Orosomna Minta Program Kios OAP di Bintuni Diperluas ke Pesisir dan Pedalaman

Wakil Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Agustinus Orosomna,...

UNIMUTU Sambut 437 Mahasiswa Baru Lewat Mastama 2026

Mastama berlangsung empat hari dengan materi pengenalan lingkungan kampus,...

Lewat Dana Otsus, Pemkab Teluk Bintuni Bangun 16 Kios Permanen untuk OAP

Dulu berjualan di pondok seadanya. Kini Mama Mina Kemon...