Para penjual ikan dan papalele mengeluh kurangnnya pasokan ikan dari nelayan.


Langgur suaradamai.com – Akibat cuaca buruk akhir-akhir ini, terjadi kenaikan harga ikan di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Para penjual ikan dan papalele mengeluh kurangnnya pasokan ikan dari nelayan. Imbasnya, harga ikan naik.

Pantauan suaradamai.com di pasar tersebut, Senin (11/1/2021), ikan kakap dan ikan kerapu, ukuran 25 cm, biasanya dijual 4 ekor Rp 50.000. Kini dijual dengan harga Rp 100.000 sejak musim penghujan.

Untuk ikan momar, toras dan lalosi harganya tetap stabil yakni Rp 20.000 per tumpuk. Hanya saja jumlah ikan di tumpukan dikurangi, dari yang biasanya 15 ekor menjadi 9 ekor per tumpuk.

“Ini ikan semua naik harganya, kalau musim penghujan, yang mengakibatkan nelayan tak bisa melaut,” kata Yeni, salah satu pedagang ikan asal Ohoi Namar.

Para pedagang juga mengeluh tidak adanya pasokan ikan bubara, padahal banyak konsumen ingin membeli ikan bubara ketimbang ikan jenis lain yang harganya sama.

“Katanya, sih, lebih enak ikan bubara. Karena selain dagingnya tebal, konsumen tak harus ribet untuk mengolahnya, cuma kami beberapa hari ini tidak ada yang suplai,” tutur Jumila Rada.

Yeni menambahkan, ikan kakap dan kerapu biasa nelayan dapatkan di laut dalam. Namun, karena pengaruh cuaca, nelayan kesulitan mendapatkannya.

Dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam tujuh hari kedepan, suhu udara berkisar 23-30OC, kelembapan udara 65-95%, kecepatan angin antara 20-30 km/jam, dan arah angin bertiup dari barat dan barat laut.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here