Ismael Marasabessy, Dosen Polikant yang Dinobatkan Jadi ‘Sosok Inspiratif’ 2023 oleh Mendikbudristek

Dosen Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) Ismael Marasabessy adalah satu dari 19 penerima Anugerah Sosok Inspiratif pada peringatan Bulan Merdeka Belajar 2023. Pemberian penghargaan tersebut disaksikan langsung oleh Mendikbud Ristek RI Nadiem Makarim.


Langgur, suaradamai.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan penghargaan Anugerah Merdeka Belajar tahun 2023 kepada mitra, media, dan sosok inspiratif.

Penghargaan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Bulan Merdeka Belajar tersebut diserahkan di Gedung Trimurti, Prambanan, Yogyakarta, Senin (29/5/2023).

Terdapat 33 penerima Anugerah Mitra yang terdiri dari subkategori: kementerian, lembaga pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan/organisasi non pemerintah, dan organisasi internasional.

Selanjutnya terdapat 10 penerima Anugerah Media Daring dan Cetak, serta 19 penerima Anugerah Sosok Inspiratif.

Ismael Marasabessy merupakan satu dari 19 penerima Anugerah Sosok Inspiratif. Dosen Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) itu tidak menyangka akan dinobatkan sebagai sosok inspiratif kategori dosen vokasi.

Marasabessy mengaku tidak tahu ada seleksi se-Indonesia untuk menilai sosok inspiratif. Yang ia tahu hanyalah menjalankan tugas seperti biasa sebagai dosen dan mendapat undangan dua hari sebelum penganugerahan.

Meski demikian, ia menduga, penghargaan itu diberikan karena konsennya pada pengembangan pangan lokal dan pengasapan ikan. Dua produk hasil penelitian dan pengabdian yang ia hasilkan adalah enbal crispy rumput laut dan ikan asap. Dua produk itu juga kini menjadi oleh-oleh khas Kepulauan Kei.

Menghasilkan produk seperti itu mungkin biasa jika dilihat dari skop yang lebih luas. Namun, Marasabessy tidak hanya menciptakan dua produk yang menjadi oleh-oleh andalan khas Kei. Lebih dari itu, semua kegiatan yang dibuatnya bermuara pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Jadi semua kegiatan penelitian dan pengabdian yang merupakan kerja mandiri maupun kolaborasi, ending terakhir sasarannya adalah pada masyarakat, lebih khususnya UMKM,” jelas Marasabessy kepada Suara Damai, Kamis (1/6/2023).

“Saya memilih ini (pengembangan pangan lokal dan pengasapan ikan) karena selain banyak digeluti masyarakat dan merupakan salah satu komoditas andalan, juga saya mau sinergikan kegiatan riset dan pengabdian masyarakat, dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga apa yang saya hasilkan itu benar-benar bisa langsung dipakai,” tambah Marasabessy.

Pengembangan ikan asap difokuskan di Kota Tual sebab di sana lebih banyak UMKM pengasapan ikan. Marasabessy mengembangkan alat pengasapan ikan, mendampingi UMKM dalam menjaga kualitas produk, pengepakan (kemasan), hingga pemasaran.

Sedangkan untuk pengembangan pangan lokal enbal crispy rumput laut, Marasabessy melakukannya di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Ia sudah melakukan transfer teknologi bagi sejumlah UMKM, dan saat ini satu UMKM di Maluku Tenggara yang aktif memproduksi enbal crispy rumput laut.

Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) itu menuturkan, ia sudah memulai kegiatan penelitian dan pengabdian ini sejak 2014, atau sembilan tahun lalu. Berkolaborasi dengan berbagai pihak, Marasabessy telah mengubah kebiasaan produksi dari yang tradisional menjadi lebih lebih modern: lebih higienis, bergizi, dan berdaya saing.

“Intinya penguatan UMKM ini mulai dari hulu sampai hilir. Itu yang saya sudah kerjakan,” jelas Marasabessy.

Kini, Marasabessy sedang mengembangkan enbal B2SA (Bergizi, Beragam, Seimbang, dan Aman), sebagai pangan yang mengenyangkan menjadi pangan camilan. Targetnya enbal ini bisa cocok di lidah semua orang, bukan hanya orang Maluku.

“Kalo cocok untuk semua orang, maka pasarnya luas,” pungkas magister jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Anugerah sosok inspiratif sebagai prestasi sekaligus tantangan

Marasabessy bersyukur bahwa bisa mewakili Politeknik dalam skala nasional sebagai penerima Anugerah Sosok Inspiratif. Bagi dia, penghargaan ini merupakan prestasi sekaligus tantangan.

Tatangan pertama baginya adalah terus menciptakan inovasi untuk meningkatkan apa yang sudah diraih. Kedua, adalah bagaimana ia memotivasi rekan sesama dosennya agar sama-sama berkontribusi dalam mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Teman-teman sudah banyak. Kebetulan kali ini rejeki di saya. Mudah-mudahan tahun depan ke teman-teman yang lain. Saya juga berdoa seperti itu,” ungkap Marasabessy.

Editor: Labes Remetwa


Marasabessy menduga, penghargaan itu diberikan karena konsennya pada pengembangan pangan lokal dan pengasapan ikan.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...