Lomba Tari Tradisional, Polikant Libatkan SMA/SMK/MA Pada Pekan Porseni

Hingga saat ini sebanyak 13 grup tari yang telah mendaftar, sehingga masih kurang dari target yang diharapkan pantia yakni sebanyak 20 grup tari.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) mengelar pekan poseni dengan menampilkan rupa-rupa perlombaan, termasuk lomba tari tradisional bagi SMA/SMK/MA.

Lomba tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2021, atau setelah pembukaan porseni. Untuk teknikal meeting akan dilaksanakan pada  tanggal 14 Oktober 2021 pukul 13.00 Wit di Polikant.

Untuk jenis tari tradisional yang dilombakan adalah tari sawat yang sudah dikreasikan, dengan ketentuan jumlah penari sebanyak 6 -10 siswa, ditambah penambuh alat musik. Sedangan untuk waktu pementasan, panitia akan memberi waktu selama 10 menit dan akan dinilai oleh tiga juri.

Hingga saat ini sebanyak 13 grup tari yang telah mendaftar, sehingga masih kurang dari target yang diharapkan pantia yakni sebanyak 20 grup tari.

Koordinator bidang seni lomba tari tradisional Ida I Dewa Ayu Raka Susanty, menjelaskan, lomba tersebut, telah disediakan piala dan uang pembinaan pemenang lomba.

“Ada beberapa Kriteria yang nantinya menjadi penilaian, yaitu, kesesuaian kostum dengan tema, kesesuaian gerak, kekompakan, kelincahan, kenyaman, keluesan gerak, ekspresinya dan keragaman gerak. Ini menjadi dasar penilaian nantinya. Kita telah siapkan juri yang sudah profesional untuk menilai dan semuanya berasal dari luar kampus,”pungkas Susanty.

Ia mengaku, lomba tari tradisional bukan baru pertama kali digelar di Polikant. Di Tahun 2019, Polikant menggelar lomba terserbut namun di tahun 2020 karena pandemi Covid-19 sehingga tidak digelar.

“Tahun ini kita melihat kondisinya bisa untuk kita gelar kembali lomba tari tradisional,”jelas Susanty kepada media saat diwawancarai melalui telepon seluler, Senin (11/10/2021).

Susanty mengatakan, lomba tari tradisional diprioritaskan untuk siswa SMA/SMK/MA di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara dengan tujuan, selain melestarikan budaya tari di Kepulauan Kei, tetapi juga sebagai bentuk sosialisasi kampus Polikant bagi siswa siswi nantinya.

“Biasanya kita datangi sekolah-sekolah yang ada untuk sosialisasi, tetapi dengan lomba ini, kita juga bisa memberikan sosialisasi saat mereka datang melihat fasilitas kampus dan suasanya disini,”ungkapnya.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU