Pasal 4 Hukum Larvul Ngabal: Lar Nakmut Naa Ivud

Pasal 4 Hukum Larvul Ngabal Lar Nakmut Naa Ivud dijelaskan dari aspek etimologis, tindakan dan filosofis.


Pembahasan tentang hukum adat Larvul Ngabal telah disajikan cukup banyak penulis/ pemerhati. Kali ini kami berupaya menyajikan dari aspek etimologis, tindakan dan filosofis.

Dituturkan bahwa Larvul enturat, Ngabal enadung. Turat berasal dari kata Tur artinya tunjuk, Turat artinya petunjuk. Adung artinya melarang. Jadi Larvul memberikan petunjuk, Ngabal meletakan larangan-larangan.

Baca juga: Pasal 1 Hukum Larvul Ngabal: Ud Entauk Vunad

Sebuah petunjuk biasanya tidak mengandung sanksi, melainkan mengandung konsekuensi. Sebuah larangan pasti mengandung sanksi. Larvul dan Ngabal bukan lagi hukum yang terpisah, melainkan sebuah kesatuan yang mengandung petunjuk dan larangan-larangan.

Pasal 4: Lar Nakmut Naa Ivud

Lar artinya darah. Darah adalah bagian vital pada tubuh manusia, darah-lah sarana transportasi utama dalam tubuh manusia, darah mengantar sari makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh untuk menjamin pertumbuhan. Nakmut artinya tersimpan, terkandung, beredar. Ivud berasal dari kata dasar ivu artinyaperut dan akhiran d. Jadi ivud artinya perut kita. Perut gunanya melindungi sebagian organ vital pada tubuh manusia. Selengkapnya diterjemahkan lurus menjadi darah beredar atau tersimpan dalam  perut.

Baca juga: Pasal 2 Hukum Larvul Ngabal: Lelad Ain fo Mahiling

Dalam paham Kei dahulu kala, darah bermuara di perut. Jadi ketika perut dibelah, maka darah akan keluar semua dan menyebabkan seseorang mati. Diktum ini lahir dari adanya pula fakta bahwa di jaman dulu, di Kei, orang membunuh dengan cara menikam perut dan keluarlah darah.

Diktum ini, dalam konteks hukum adat Larvul Ngabal, memberi petunjuk kepada siapapun bahwa darah tempatnya di perut, bukan untuk dikeluarkan. Jadi tidak boleh mengeluarkan darah dari perut.

Baca juga: Pasal 3 Hukum Larvul Ngabal: Ulnit Envil Atumud

Lar Nakmut Naa Ivud juga menegaskan bahwa setiap orang wajib memelihara keselamatan hidup dirinya dan sesamanya. Memelihara keselamatan bukan cuma tidak membunuh diri atau tidak membunuh orang lain, tetapi juga menghidupi diri dan sesama. Demikian pula apapun yang dimasukan ke dalam perut untuk diantarkan oleh darah ke seluruh tubuh harus bermanfaat harus memiliki manfaat positif bagi pertumbuhan yang menjamin keselamatan diri.

Dengan demikian lar nakmot naa ivud: darah tetap terkandung dalam perut. Maka terpeliharalah keselamatan diri dan sesama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU