Aplikasi AGP Store sudah dibuat sejak tahun 2020.
Langgur, suaradamai.com – Melihat begitu banyak produk yang dihasilkan oleh program studi di Politeknik Perikanan Negeri Tual, Prodi Agribisnis Perikanan (AGP) mengembangkan aplikasi jual-beli khusus untuk menjual produk-produk dari kampus biru itu.
“Selama ini dari masing-masing prodi selalu melakukan praktek olahan dan kerajinan, namun hasilnya selalu ditampung atau dikonsumsi sendiri. Nah, dari situlah kami membuat aplikasi ini untuk memudahkan semua Prodi untuk menjual serta terus menciptakan produk unggulan mereka, seperti lampu dan mainan kunci berbahan dasar resin dari Prodi MRPHP, olahan enbal crispy berbahan rumput laut dari THP, abon ikan dari Prodi Biotek,” papar Kapro AGP Elisabeth Cory Ohoiwutun kepada Suara Damai di ruang kerjanya, Senin (15/3/2021).
Cory menambahkan, aplikasi AGP Store sudah dibuat sejak tahun 2020, namun hingga saat ini belum di-launcing. Belum ada bangunan khusus yang menampung semua produk, menjadi alasan utama Prodi AGP menunda peluncuran.
“Ini agar nantinya dapat memudahkan kami dalam menata dan memasarkan serta mengepak barang pesanan pembeli,” kata Cory menjelaskan keperluan bangunan.
Cory mengatakan, melalui aplikasi ini, dapat memicu 10 program studi di Polikant mengembangkan penelitian, sehingga dapat menciptakan produk-produk baru yang bernilai ekonomis.
“Selain dari upah yang didapat dari aplikasi ini, saya berharap mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk membuat usaha mereka sendiri, yang nantinya dipromosikan di aplikasi ini maupun aplikasi mereka sendiri. Dampak positifnya mungkin belum dirasakan saat ini karena belum launching, namun saya optimis bahwasanya aplikasi ini akan membawa dampak besar bagi kita semua,” ujar Cory.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





