13 Tahun CU AHA: Punya 12.929 Anggota dan Aset Rp 53 M

CU Ain Hov Ain memiliki empat produk, yakni produk simpanan, pinjaman, daperma, dan dansos.


Langgur, suaradamai.com – Pada tahun 2007, tim fasilitator Credit Union Conseling Office (CUCO) atau Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Jakarta dan Credit Union (CU) Mario Ambon mengadakan pelatihan Kompetensi Pengurus Credit Union.

Pelatihan yang diprakarsai Pastor Karoldus Jamrevav, MSC (saat itu sebagai Ketua Yayasan Siwa Lima Langgur) dan Pastor John Renmeuw, MSC (saat itu sebagai Pastor Paroki Rumat), melibatkan 52 peserta yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan swasta yang bekerja pada Yayasan Siwa Lima Langgur dan Dewan Pastoral Paroki Rumat.

Pelatihan dilaksanakan pada 15-19 November 2007 di Aula Biara MSC, jalan Dolorosa. Dari pelatihan inilah, lahir Credit Union Ain Hov Ain (CU AHA) yang dipimpin Pastor Karoldus Jamrevav, MSC.

Hari ini, CU AHA berumur 13 tahun. Mereka menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2020 di Ballroom Hotel Villia tadi pagi, Sabtu (20/3/2021), bertujuan untuk; mengevaluasi kinerja pengurus, pengawas, dan manajemen; merumuskan dan menetapkan strategi dan kebijakan menyangkut organisasi, manajemen, keuangan, dan usaha koperasi; menyusun RK dan RAPB; serta mengangkat dan menetapkan pengurus dan pengawas.

Di sela-sela rapat, General Manager CU Ain Hov Ain Philipus Rumlus kepada wartawan menjelaskan perkembangan CU AHA. Menurut dia, di masa pandemi ini, jumlah anggota dan aset justru meningkat signfikan.

“Kemarin (tahun 2019), jumlah anggota 11 ribuan. Sekarang meningkat menjadi 12.929 orang. Sedangkan untuk pertumbuhan aset pada tahun lalu itu kita punya aset sebesar Rp 47 miliar, naik tahun ini menjadi Rp 53 miliar. Walaupun covid, tetapi tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga keuangan ini sangat luar biasa,” tutur Pilips, sapaan Philipus.

Pilips menjelaskan, perkembangan ini didukung dengan teknologi keuangan yang memudahkan anggota untuk melakukan transaksi. “Mereka bisa simpan pinjam, pembelian pulsa, transfer bank, dan sebagainya, semua sudah (secara digital),” sambung dia.

Dia menambahkan, CU AHA punya dasar usaha adalah pemberdayaan. Di masa pandemi ini, mereka membatasi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan anggota, dan mengandalkan teknologi digital. Pihaknya optimis meningkatkan jumlah anggota, aset, dan pemberdayaan.

Produk-produk

CU Ain Hov Ain memiliki empat produk, yakni produk simpanan, pinjaman, daperma, dan dansos.

Produk simpanan ada dua, yakni simpanan saham dan non saham. Simpanan saham merupakan bukti dan tanda kepemilikan CU AHA yang mendapat balas jasa pada akhir tahun berupa SHU, terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Sementara simpanan non saham adalah simpanan yang mendapat balas jasa berupa bunga. Simpanan non saham ada 11, yakni moda’yang atau simpanan anak sekolah (simpanan khusus untuk anak-anak sekolah), luvsisiak (simpanan ini dapat disetor dan ditarik kapan saja), modal (untuk modal usaha anggota), maren (untuk usaha kelompok), luv vuan ar atau simpanan hari raya (untuk melayani kebutuhan hari raya anggota), yelim (untuk melayani yelim anggota), kesehatan (untuk persiapan dana kesehatan bagi anggota), hawear atau simpanan bunga berjangka/deposito, naban atau simpanan pendidikan (untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak maupun anggota, kulau/mutiara (untuk memenuhi kebutuhan tertentu di masa depan, termasuk pendidikan lanjutan), kes’yang atau hari tua (untuk mempersiapkan hari tua/dana pensiun bagi anggota).

Kemudian produk pinjaman ada sembilan, yakni AHA Agrobiz (pinjaman nelayan, tani, dan ternak), AHA Car (pinjaman kendaraan), AHA Market (pinjaman dagang dan jasa, industri, dan IT), AHA Eduhealth (pinjaman pendidikan dan kesehatan), AHA Property (pinjaman perumahan), AHA Wedding dan Travelling (pinjaman nikah, ziarah, dan ONH), AHA Investasi (pinjam untuk disimpan kembali), AHA Emergency (pinjaman darurat), dan AHA Credit Union Microfinance Inovation (pinjaman yang diperuntukan bagi kelompok usaha mikro yang belum anggota CU AHA.

Produk selanjutnya adalah produk daperma. Produk ini merupakan usaha pengumpulan uang secara bersama-sama untuk melindungi CU, anggota, dan keluarganya secara keseluruhan dari resiko keuangan usaha simpan pinjam sebaga core-business GKKI. Setiap anggota secara otomatis terdaftar sebagai anggota asuransi Daperma serta tidak membayar premi asuransi daperma karena yang membayar adalah lebaganya. Produk-produk layanan Daperma adala santunan duka anggota, perlindungan pinjaman anggota.

Kemudian produk Dansos. Produk ini merupakan dana santunan yang diberikan CU AHA kepada anggota yang meninggal dunia. Iuran Dansos sebesar Rp 50.000 per tahun. Setiap anggota yang meninggal dunia akan menerima santunan dana sosial sebesar Rp 5.000.000 untuk membiayai kematiannya.

Syarat menjadi anggota

Untuk menjadi anggota, calon anggota harus mengisi formulir anggota baru dengan melampirkan foto copy KTP dan KK 2 lembar; pas foto 2×3 dan 3×4 cm2 lembar, usia maksimal 65 tahun, terbuka untuk umum, bersedia mentaati AD/ART dan Poljak serta ketentuan yang berlaku, bersedia mengikuti pelatihan pendidikan dasar CU, dan bersedia menyetor simpanan pokok sebesar Rp 500.000 (boleh dicicil selama 3 bulan), simpanan wajib Rp 30.000 per bulan, uang pangkal Rp 25.000, dana pendidikan Rp 30.000, dana pembangunan Rp 50.000, dan iuran sosial (Dansos) Rp 50.000 per tahun. Dengan demikian jumlah setoran awal adalah Rp 685.000.

Editor: Labes Remetwa

CU AHA punya dasar usaha adalah pemberdayaan. Di masa pandemi ini, mereka membatasi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan anggota, dan mengandalkan teknologi digital.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU