Legislator Maluku Sebut Banyak Program Pemprov Tidak Tepat Sasaran

Turaya menyebut, terdapat banyak sekali perbedaan program yang telah disepakati antara DPRD dan pemerintah provinsi.


Ambon, suaradamai.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Turaya Samal mengkritisi program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemprov Maluku. Bagi dia, banyak program Pemprov yang tidak tepat sasaran.

Dalam rapat kerja yang berlangsung di ruang Komisi II, Selasa (25/6/2024), Turaya bahkan menyebut sejauh ini belum ada perubahan signifikan yang diharapkan dilakukan oleh Pemprov Maluku.

Hal itu ia sampaikan setelah pihaknya selesai melakukan pengawasan terhadap program kerja, khususnya pada OPD terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup dan ESDM.

“Kita setelah melakukan pengawasan untuk memastikan anggaran daerah dan pusat benar tepat sasaran dan tepat guna. Tapi faktanya banyak yang dikeluhkan masyarakat. Artinya program pemprov belum tepat guna serta tepat sasaran. Selama tujuh tahun saya menjadi anggota DPRD, tidak ada satu pun perubahan,” kata Turaya.

Padahal, lanjut dia, berulang kali selama menjadi anggota DPRD, ia terus mengingatkan OPD mitra untuk mengutamakan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Namun, sayang terdapat banyak sekali perbedaan program yang telah disepakati antara DPRD dan pemerintah provinsi.

“Ingat yah kita akan dimintakan pertanggungjawabannya atas apa yang kita lakukan, ada program yang kita setujui lain tapi hasil di lapangan tidak sesuai,” kata Turaya kesal.

Ia juga mengingatkan, pimpinan OPD mitra agar tidak mengamankan kepentingan tertentu dan menutup mata dengan kepentingan masyarakat.

“Saya berharap, kedepan OPD mitra Komisi II dapat memperbaiki semua kesalahan, sehingga ada perubahan dalam setiap program kerja,” pungkas dia.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Molo Sabuang untuk Karawai-Dosinamalu disaksikan Bupati Kaidel dan Masyarakat Aru

Bupati Kaidel mengembalikan keputusan adat ini kepada Dewan Adat...

Legislator Roland Kasihiw: PDIP Berdiri Teguh Bersama Rakyat, Tolak Pilkada Lewat DPRD

"PDI perjuangan menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, karena kedaulatan...

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...