Anggota DPRD Maluku Pertanyakan Kualitas Proyek Talud Pengedalian Sidemen Wai Ela

Pasalnya, pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Tunggal Jaya tahun 2020 yang menelan anggaran Rp 6 miliar lebih.  Baru setahun dikerjakan, akhirnya ambruk menyusul hujan deras beberapa waktu ini.


Ambon, suaradamai.com – Komisi III DRPD Maluku  Rovik A Afifudin mempertanyakan kualitas pengerjaan talud pengedalian sidemen Wai Ela di Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah yang dilaporkan mengalami kerusakan.

“Kami akan mempertanyakan apakah pembangunanya sesuai sesuai bestek atau tidak, karena proyeknya merupakan tanggungjawab BWS,” ungkap Rovik, via seluler, Senin (26/7/2021).

DPRD juga berharap, pihak BWS Maluku segera mengusulkan tanggap darurat kepada Kementerian PUPR agar dilakukan rehabilitasi.

Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Maluku, Daerah Pemilihan Maluku Tengah, Ruslan Hurasan menilai pekerjaan talud Wae Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu sangat amburadul dan tidak ada perencanaan yang matang.

Pasalnya, pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Tunggal Jaya tahun 2020 dan menelan anggaran Rp 6 miliar lebih.  Baru setahun dikerjakan, akhirnya ambruk menyusul hujan deras beberapa waktu ini.

Parahnya lagi blok-blok yang dipasang di sisi kiri sungai ikut hanyut bersama air dan menerjang pemukiman warga.

Olehnya itu, dirinya mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku untuk segera berkoordinasi dengan Balai Sungai terkait pekerjaan dimaksud yang sudah mengakibatkan korban.

Ditegaskan, apa yang terjadi haruslah menjadi pelajaran kedepan bagi pihak rekanan agar betul-betul bertanggungjawab sehingga tidak terjadi seperti itu ketika ada hujan lebat.

Dikatakan, tujuan normalisasi sungai dilakukan untuk meningkatkan kapasitas suatu sungai untuk dapat mengalirkan air hujan kembali ke laut, jika hal itu dikerjakan dengan baik, maka akan efektif dalam mengurangi jumlah dan luasan genangan banjir. Tetapi yang terjadi sebaliknya, dan ini yang sangat keliru.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU