Jumat, Januari 15, 2021

Lomba Perahu Layar: Momentum Peringatan HSP dan Upaya Pelestarian Budaya

Besok final mulai pukul 14.00 WIT.


Langgur, suaradamai.com – DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara menyelenggarakan lomba perahu layar tradisional di Langgur, Minggu (25/10/2020).

Lomba tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan budaya Kei. Ketua Panitia Penyelenggara Abdollah Roroa berharap, lomba ini dapat menjadi stimulan bagi masyarakat khususnya pemuda agar melestarikan budaya Kei yang ada.

Pada pembukaan lomba siang tadi, dihadiri Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin, Wakil Ketua DPRD Malra Bosko Rahawarin, Kepala Biro Hukum Papua Barat Robert Hamar, TNI-Polri, para pimpinan OPD, Pejabat Desa, OKP/OKPI, komunitas, dan pemuda-pemuda ohoi.

Ketua DPD KNPI Malra Goliath Jaftoran mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan lomba tersebut, juga kepada para peserta atas partisipasi dalam memeriahkan kegiatan itu.

“Saya sangat bersyukur kegiatan ini mendapat perhatian oleh para pemuda desa, para pejabat yang meramaikan kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini akan menjadi stimulan bagi kita semua menjaga budaya kita,” ungkap Goliath kepada suaradamai.com usai kegiatan pembukaan.

Peserta yang mengikuti lomba berjumlah 19 kelompok dengan perahunya masing-masing. Mereka berasal dari Ohoi Langgur, Ohoijang, Watdek, Soindat, Disuk, Weduar, Namar dan Dudunwahan.

Perlombaan yang dibagi dalam 3 grup tersebut berlangsung sengit.

Besok, Senin (26/10/2020), dilanjutkan dengan final. Peserta yang masuk final adalah mereka yang menempati posisi 1 dan 2 dalam setiap grup pada perlombaan tadi. Mereka di antaranya, grup 1 Langgur dan Weduar, grup 2 Dudunwahan dan Jupiter, grup 3 Weduar dan Namar.

Pelaksanaan final dilaksanakan dengan rute yang sama, yakni Pengeringan Langgur menuju Jembatan Watdek. Besok lomba mulai pukul 14.00 WIT.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan itu, Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin mengatakan mendukung kegiatan tersebut. Dia harap pemuda di Kei dapat bersatu membangun daerah kedepan.

“Pemuda adalah agent of changes. Mereka tulang punggung daerah. Semoga budaya yang ada tidak hilang dan terus dijaga,” ungkap Petrus.

Editor: Labes Remetwa


Lomba ini diharapkan jadi stimulan bagi masyarakat khususnya pemuda agar melestarikan budaya Kei.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

KOMENTAR TERBARU