Lomba Perahu Layar: Momentum Peringatan HSP dan Upaya Pelestarian Budaya

Besok final mulai pukul 14.00 WIT.


Langgur, suaradamai.com – DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara menyelenggarakan lomba perahu layar tradisional di Langgur, Minggu (25/10/2020).

Lomba tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan budaya Kei. Ketua Panitia Penyelenggara Abdollah Roroa berharap, lomba ini dapat menjadi stimulan bagi masyarakat khususnya pemuda agar melestarikan budaya Kei yang ada.

Pada pembukaan lomba siang tadi, dihadiri Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin, Wakil Ketua DPRD Malra Bosko Rahawarin, Kepala Biro Hukum Papua Barat Robert Hamar, TNI-Polri, para pimpinan OPD, Pejabat Desa, OKP/OKPI, komunitas, dan pemuda-pemuda ohoi.

Ketua DPD KNPI Malra Goliath Jaftoran mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan lomba tersebut, juga kepada para peserta atas partisipasi dalam memeriahkan kegiatan itu.

“Saya sangat bersyukur kegiatan ini mendapat perhatian oleh para pemuda desa, para pejabat yang meramaikan kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini akan menjadi stimulan bagi kita semua menjaga budaya kita,” ungkap Goliath kepada suaradamai.com usai kegiatan pembukaan.

Peserta yang mengikuti lomba berjumlah 19 kelompok dengan perahunya masing-masing. Mereka berasal dari Ohoi Langgur, Ohoijang, Watdek, Soindat, Disuk, Weduar, Namar dan Dudunwahan.

Perlombaan yang dibagi dalam 3 grup tersebut berlangsung sengit.

Besok, Senin (26/10/2020), dilanjutkan dengan final. Peserta yang masuk final adalah mereka yang menempati posisi 1 dan 2 dalam setiap grup pada perlombaan tadi. Mereka di antaranya, grup 1 Langgur dan Weduar, grup 2 Dudunwahan dan Jupiter, grup 3 Weduar dan Namar.

Pelaksanaan final dilaksanakan dengan rute yang sama, yakni Pengeringan Langgur menuju Jembatan Watdek. Besok lomba mulai pukul 14.00 WIT.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan itu, Wakil Bupati Malra Petrus Beruatwarin mengatakan mendukung kegiatan tersebut. Dia harap pemuda di Kei dapat bersatu membangun daerah kedepan.

“Pemuda adalah agent of changes. Mereka tulang punggung daerah. Semoga budaya yang ada tidak hilang dan terus dijaga,” ungkap Petrus.

Editor: Labes Remetwa


Lomba ini diharapkan jadi stimulan bagi masyarakat khususnya pemuda agar melestarikan budaya Kei.

Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Wawali Tual Tegaskan Pendidikan Kunci SDM Unggul

“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan dengan tulus, penuh kasih...

May Day 2026 di Ambon: KSBSI Gelar Kegiatan Sosial, Pilih Jalur Solusi Bukan Demo, Dapat Apresiasi Pihak Keamanan dan Pemprov

Ambon, suaradamai.com – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)...

May Day di Ambon, SOKSI dan KSBSI Tekankan Solidaritas dan Perjuangan Hak Buruh

Perayaan yang dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Ambon ini...