Pembangunan Gedung Industri dan Bisnis Perikanan Polikant Capai 63,80 Persen

Bangunan dua lantai ini akan menjadi gedung terbesar di Kampus Politeknik Perikanan Negeri Tual. Gedung multifungsi ini juga akan digunakan untuk berbagai kegiatan masal, seperti olahraga indoor, acara entertain, hingga wisuda.


Langgur, suaradamai.com – Bangunan terbesar di Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) sudah mulai kelihatan bentuknya. Pembangunan Gedung Industri dan Bisnis Perikanan itu kini mencapai 63,80 persen.

Gedung tersebut merupakan bantuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian PPN/Bappenas melalui Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Polikant adalah satu dari delapan Politeknik Negeri penerima SBSN 2021.

Kepada Suara Damai di ruang kerjanya, Kamis (24/2/2022), Pembantu Direktur (Pudir) II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Polikant Glenty B. A. Somnaikubun menuturkan, sesuai kontrak, gedung tersebut seharusnya dikerjakan selama 185 hari, mulai 28 Juni hingga 31 Desember 2021.

Namun, dalam perjalanan mengalami cukup banyak kendala. Masalah awal adalah, kata Glen, ketersediaan material bangunan. Kontraktor pengerjaan mengambil material bangunan berupa batu belah dan pasir dari Pulau Seram. Sehingga harus menunggu dan bangunan baru dikerjakan awal Juli 2021.

Kemudian, penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan kampus juga cukup memakan waktu bagi para pekerja. Mereka dituntut agar harus mengikuti vaksinasi dan berbagai protkes lainnya sebelum beraktivitas.

Selain itu, Glen menambahkan, pembangunan juga terhambat karena cuaca buruk. Curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari menyebabkan pekerjaan seperti pengecoran harus dihentikan sementara. Ada juga masalah lain seperti alat berat rusak dan listrik padam beberapa kali.

Alhasil, hingga akhir masa kontrak pada 31 Desember 2021, pembangunan belum rampung.

Akhirnya dilakukan penambahan waktu. Berdasarkan PMK 6/2019, kata Glen, diberikan kesempatan selama 90 hari (1 Januari sampai 31 Maret 2022) untuk menyelesaikan pembangunan yang tertinggal.

Glen, sebagai penangungjawab pembangunan tersebut, mengatakan ia melakukan pengawasan ketat selama 90 hari waktu tambahan ini. Sebelumnya ia memang melakukan pengawasan mingguan, tetapi kali ini Glen mengontrol pembangunan setiap hari.

Ia harus memastikan capaian pembangunan berdasarkan target harian yang ditentukan oleh kontraktor pengerjaan. Beberapa kali ia sempat menemukan pekerjaan yang tidak mencapai target dan langsung ditangani. Dengan cara tersebut, Glen ingin memastikan pembangunan bisa selesai tepat waktu.

“Tanggal 5 Maret 2022 minimal sudah pemasangan atap. Setelah itu sudah mudah, tinggal finishing pasang plafon, lantai, penataan halaman dan lain-lain,” kata Glen membeberkan rencana pembangunan.

Bangunan yang memiliki panjang 50 meter dan lebar 30 meter ini digunakan untuk industri dan bisnis perikanan. “Ada ruangan workshop, laboratorium kewirausahaan, showroom produk perikanan,” ungkap Glen.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Polikant Jusron A. Rahajaan mengatakan, gedung ini akan sangat mendukung pembelajaran di Polikant baik dari segi akademik maupun industri atau biasa disebut teaching industri.

Gedung multifungsi ini dibangun dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai hall untuk acara masal, tempat olahraga indoor, tribun panggung untuk acara entertain. Termasuk di gedung itu ada ruang perkantoran.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU