Ia menegaskan bahwa Bahasa Kei tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas masyarakat yang mengandung nilai-nilai budaya, adat istiadat, filosofi hidup, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual menegaskan komitmennya dalam melestarikan Bahasa Kei sebagai warisan budaya daerah melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Program Tunas Bahasa Ibu Bahasa Kei Tahun 2026, yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual Ridwan Abdullah Fadirubun, ia mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Bahasa Provinsi Maluku dan Dinas Pendidikan Kota Tual sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Fadirubun menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Tual, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi program tersebut.
“Pemerintah Kota Tual menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Tual, dan seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan strategis ini sebagai upaya pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bahasa Kei tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas masyarakat yang mengandung nilai-nilai budaya, adat istiadat, filosofi hidup, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, derasnya arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan bahasa daerah. Oleh sebab itu, diperlukan langkah konkret agar Bahasa Kei tetap digunakan, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda.
“Bahasa ibu merupakan identitas, jati diri, sekaligus warisan budaya yang harus kita jaga, lestarikan, dan terus diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Melalui Program Tunas Bahasa Ibu, Pemerintah Kota Tual berharap lahir pengajar-pengajar utama yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan komitmen dalam mengajarkan Bahasa Kei kepada peserta didik, sehingga bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Tual, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program pelestarian bahasa dan budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
Ia juga mengajak seluruh peserta Bimbingan Teknis untuk mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh agar mampu meningkatkan kapasitas serta membangun jejaring kerja dalam mengimplementasikan Program Tunas Bahasa Ibu di Kota Tual.
“Saya berharap kegiatan ini mampu menghasilkan pengajar-pengajar utama yang profesional, inovatif, dan menjadi agen pelestarian Bahasa Kei sehingga bahasa ibu tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi muda di masa depan,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual secara resmi membuka Bimbingan Teknis Pengajar Utama Program Tunas Bahasa Ibu Bahasa Kei Tahun 2026.
Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan pelestarian Bahasa Kei dapat semakin diperkuat melalui dunia pendidikan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kei di tengah perkembangan zaman.
